Find Instructor
Book a Class
News

Fascia Dalam Keseharian

Fascia dalam keseharian

Dalam trend olahraga masa kini nama fascia mulai terdengar akrab dan bukan ditelinga personal trainer saja namun juga ditelinga  seluruh penggemar olahraga. Apa sebenernya fascia? Fascia adalah penghubung 650 otot di dalam tubuh yang menyelimuti seluruh komponen badan bukan hanya otot tapi juga organ, tendon, ligament juga sel otot. Mungkin lebih mudah bila kita membayangkan jarang laba-laba yang saling berhubungan dan terkait. Karena bila kita membayang si 650 otot itu bergerak sendiri-sendiri kemungkinan besar kita akan bergerak seperti robot, patah-patah, tidak luwes seperti manusia pada umumnya. 

Fascia adalah pemersatu dalam badan yang membuat otot yang terpisah menjadi satu kesatuan utuh, juga membuat kita bergerak bebas. 

Kita ambil contoh misalnya bicep, yang originnya adalah supraglenoid tubercle of the scapula dan coracoid process of the scapula kemudian berakhir di insertion radial tuberosity, tapi apakah seperti itu ketika bergerak? Tentu tidak, sambungan arm line itu dari pectoralis minor sampai menuju ibu jari. Bicep juga terhubung dengan fascia dari triceps dan brachialis. Jadi ketika kita melakukan gerakan pada bicep, bukan saja bicep yang bergerak tapi seluruh tangan dari atas sampai ibu jari. 

Sekarang kita bayangkan kalau kita melakukan kegiatan yang sama terus menerus, olahraga yang jenisnya sama, atau hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa. Kita ambil contoh dengan duduk. Memang apa yang salah dengan duduk? Malas? Tidak pernah bergerak? Ototnya tidak dipakai? 

Ada benarnya semua alasan diatas, tapi penjelasan yang paling benar karena apabila kita melakukan gerakan atau posisi yang sama dalam kurun waktu 30 - 45 menit, tubuh anda akan berpikir anda membutuhkan pengamanan pada daerah tersebut karena tidak bergerak dengan cara mengirimkan colagen yang jumlahnya sesuai yang diperlukan dan akhirnya terjadi penumpukan disana yang membuat kita merasa kencang sehingga area tersebut sering kita juluki dengan kata-kata “tight”. Tight membuat otot kita tidak dapat bergerak dengan baik, tidak dapat memanjang dan memendek sehingga gerakan kita seakan dipaksa atau bahkan tertahan. Dan dibagian mana yang tertahan? Kita berpikir karena posisi yang sering kita lakukan itu duduk sehingga otot hamstring lah yang bermasalah, kita fokus dengan stretching hamstring tapi ternyata masalah ada di daerah betis atau bahkan di telapak kaki. 

Ada bisa bayangkan kita sibuk pada fokus tersebut diatas padahal bukan itu masalahnya malah kita menciptakan masalah baru atau paling tidak kita akan merasakan tight yang sama. 

Ternyata kuncinya ada di fascia kita? Bagaimana si jaring ini bekerja, sambungannya bagaimana dan tugasnya ternyata sebagai penggerak. Jadi Fascia bertugas untuk mengatur, mengkomunikasikan dan sinkronisasi tubuh kita untuk menjadi satu sistem. 

Bagaimana cara melatih fascia?

Apakah dengan melatih otot kita akan melatih fascia kita? Jelas iya, karena fascia adalah pembungkus otot, ada juga disekitar otot membawa apa uang terjadi di otot terjadi juga di fascia. Jadi apa yang kurang? 

  1. Bounce

Bounce yang diterjemahkan kedepan bhs Indonesia adalah melambung karena tujuan dari gerakan ini supaya tubuh kita mempunyai kemampuan seperti per dan butuh ritme, atau kita beri contoh binatang kanguru. Bounce bisa kita dapat dari gerakan meloncat dan lari.

       2. Sense

Sense bertujuan agar tubuh kita peka terhadap variasi stimulasi, yang membuat kita connect dengan tubuh kita sendiri. 

       3. Hydration

Tubuh kita 70% berisi air, sedang kan Achilles’ tendon itu 63% itu air. Air itu adalah media perubahan dalam fascia, masalahnya bukan berapa banyak air yg kita minum tapi apakah air itu sampai pada bagian badan kita. Bisa dicapai dengan gerakan, roller atau fascia massage.

       4. Expand

Kita tentu familiar dengan stretch shortening cycle, contoh bila kita akan meloncat kita akan mengambil ancang2 supaya lompatan kita tinggi. Ini membutuhkan elastisitas. Bila kita bicara tentang  elastisitas kita ingat anak kecil. Mereka bila jatuh langsung bangun kembali. Berita baiknya fascia bisa dilatih untuk mendapatkan elastistisitas tersebut. 

Jadi apakah anda hanya melakukan satu sampai dua faktor diatas dalam kegiatan olahraga anda? Jawabannya tentu tidak cukup, keempat faktor tersebut diatas harus ada dalam latihan sehari-hari. Belum lagi bila anda tidak pernah berolahraga. Karena itu saya mengajak anda untuk melatih fascia anda agar anda tetap muda. 

 

 

Related News

Apr

10

Pilates for Runners

Pilates for Runners

Pilates adalah olahraga low impact yang memberikan tekanan minimum ke badan kita sedangkan lari adal...

Apr

04

Flat Foot

Flat Foot

Flat foot yang flexible banyak terjadi di anak kecil dikarenakan banyaknya jaringan lemak pada saat ...

Mar

20

Dry Needling

Dry Needling

Apakah itu dry needling ? Dry needling adalah metode rehabilitasi medis menggunakan jarum padat u...